Pernahkah kamu merasa memiliki kekurangan di dalam hidup, yang justru kamu syukuri?
Saya pernah.
Jauh sebelum hari ini, Papa meninggalkan cita-citanya menjadi seniman demi kesadaran telah memiliki seorang anak. Maka ia pangkas rambutnya yang panjang, agar anaknya memiliki figur ayah. Ia tanggalkan jaket hijau lusuhnya, agar anaknya tak terterpa debu. Ia rapikan kuku-kukunya agar anaknya tak tergores. Ia hentikan kebiasaan teriak-teriak di kamar mandi dan mulai belajar mendongeng. Ia turunkan lukisan-lukisan kebanggaannya dari dinding, dan menggantikannya dengan gambar-gambar binatang dan alphabet.
Papa menjawab, “Cinta. Titipan Tuhan buat kalian”.
Buat saya, dunia adalah taman bermain. Sebuah lapangan di tengah kompleks yang dipenuhi tanaman bunga dan dilengkapi ayunan. Dan menjalani hidup adalah seperti menaiki ayunan. Ketegangan terasa ketika ayunan berada pada titik tertinggi.
Resiko terbesar adalah jatuh dari ayunan. Tapi saya tidak pernah takut untuk terjatuh. Sebab saya yakin, Papa dan orang-orang yang mencintai saya akan selalu siap menangkap. Mereka tidak akan membiarkan saya berjalan pulang sendirian sambil menangis.
Resiko terbesar dalam hidup adalah mati. Tapi Papa dan orang-orang tercinta lainnya tidak akan pernah membiarkan saya sendirian pada saat saya jatuh atau menangis. Mereka juga tidak akan membiarkan saya sendirian mencari jalan pulang. Sebab, Papa telah memberi arah. Untuk pulang ke rumah-Nya. Rumah kita semua.
4 comments:
Welcome back, kiddo! :p
bagus banget tulisannya.
--duniazaki
Kalo dalam Manuskrip Celestine sih disebutin bahwa gak ada yang kebetulan di muka bumi. Semua kondisi yang lo alami, kelebihan dan kekurangan adalah untuk membentuk lo yang sekarang ini. Jadi kalo lo mensyukuri diri sekarang apa adanya, ingatlah bahwa lo yang ini, tidak akan seperti ini dalam kondisi yang berbeda
jadi pengen nangis bacanya....
trus kapan qta mo beli kado untuk papa???
Say...tolong sempetin waktu untuk cari kado papa2 qta ya...
besok papa mertua mu birthday...qta belum beli apa2...hiks...
Chayo My Baby....muach..
Bidadari yang selalu setia menemani dalam suka dan duka.
-Lia Yurishabaz-
Post a Comment