Thursday, February 01, 2007

10 Sutradara Indonesia bikin film bom Bali!

Daripada pusing mikirin konspirasi di balik teror, mendingan mengkhayal seandainya 10 sutradara terkenal di Indonesia membuat film tentang Bom Bali...

Garin Nugroho
Judulnya pasti puitis: Bom Tak Terkuburkan, Bom dalam Sepotong Roti,
Bom di Atas Bantal, Surat untuk Amrozy dan Aku ingin Mengebommu Sekali Saja.
Akan banyak sekali permainan simbol-simbol di film yang tenang dengan
plot lambat. Kalau perlu ledakan bom dibuat slow motion dan
disimbolkan dengan orang buang angin (maaf).

Rudi Soedjarwo
Judul filmnya pasti: Bom Jatuh, Tentang Bom, 9 Teroris, Ada Apa dengan
Bom? Mengejar Amrozy.
Titi Kamal akan main sebagai bartender di Sari Club, Dian Sastro
sebagai perawat rumah sakit yang lugu dan Marcella Zailanty akan
banyak menangis karena kekasihnya jadi korban pengeboman. Soundtrack film ini akan diisi oleh Melly Goeslaw dengan lagu: Menghitung Bom dan Glenn Fredly dengan: Sekali Bom Saja.

Joko Anwar
Judulnya: Janji Amrozy. Dead Bomb Time.
Joko tak akan membiarkan filmnya terasa seperti dokumenter. Ia akan
mengisi "Janji Amrozy" dengan adegan-adegan komedi satir seperti
film-film festival Prancis.

Nia Dinata
Judulnya: Berbagi Bom, Arisan Al Qaeda
Nia akan menggambarkan para istri-istri Hambali. Juga akan banyak
bermain klimaks tentang tahanan homo yang jatuh cinta pada Amrozy.

Rizal Mantovani
Judul: Bom; Datang Tak Diundang - Pulang Tak diantar, Bomtilanak.
Mungkin Siti Nurhaliza akan main di film ini. Penuh dengan low angle
shot dan kamera yang terus bergerak. Akan banyak gambar dengan kontras warna merah dan biru serta background penuh dengan lampu-lampu sorot.

Riri Riza
Judul: Petualangan Amrozy; atau Amrozy,Amrozy; atau Amrozy, Catatan
Harian Seorang Teroris.
Film akan bertutur semi dokumenter. Setting film dipenuhi detail dan set yang
menawan. Film akan banyak diisi dialog dalam banyak bahasa: Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, Arab dan beberapa bahasa manca negara. Tidak banyak klimaks di filmnya dan lebih banyak percakapan.

Dimas Djay
Judul: Tusuk Jelabom
Asap dramatis akan banyak terlihat di sepanjang film sebagai
background. Begitu pun siluet-siluet. Kemungkinan besar para teroris
akan digambarkan lebih modern, dengan baju hitam-hitam, sepatu
DocMart, senter besar dan ponsel yang digunakan untuk memicu bom pun
seri Ericsson terbaru.
Saat pengeboman, mungkin akan muncul peri-peri
romawi dengan sayap.

Hanung Bramantyo
Judul: Brownies Kukus a.k.a C4, Teroris Jomblo, Lentera Bom.
Akan banyak remaja-remaja cantik dan ganteng yang dikesankan cerdas.
Mungkin VJ Rianti akan bermain sebagai wartawan cantik yang kritis dan
sedang membuat berita tentang Amrozy. Di film ini, Rianti akan
ditemati teman-temannya yang ngocol dan konyol, diperankan Denis
Adiswara dan Ringgo.

Teddy Soeriaatmaja
Judul: Bom Biru.
Film dipenuhi adegan-adegan khayalan, bahkan jauh dari fakta bom bali
itu sendiri. Bisa jadi Teddy juga memaksakan orang-orang lama di-make
up total untuk dapat berperan di filmnya ini. Misalnya Didi Petet sebagai Hambali, serta Butet Kertarajasa disuruh menguruskan badan dan
mempelajari dialek Dr. Azahari.

Nayato Fio Nuala
Judul: Bombal – sebuah bom di Bali.
Fio akan menceritakan perjalanan para aktor pengeboman ketika mereka
masih remaja. Adegan-adegan dipenuhi adegan konyol dan ide-ide bombastis yang tak mereka sadari akan benar-benar merubah hidup mereka kelak. Tentu saja tak lupa, ada sedikit ilustrasi musik hasil jiplak.

Nah, kalau Anda yang jadi sutradara-nya, mau dibikin kayak gimana?

1 comment:

Anonymous said...

[url=http://buyonlineaccutanenow.com/#hdqnm]generic accutane[/url] - buy accutane , http://buyonlineaccutanenow.com/#qutct buy accutane online