Wednesday, October 24, 2012

#2 Konsumen Itu Selalu Bingung. Maka Anda Juga Harus Ikut Bingung.

(Sambungan dari tulisan sebelumnya)

Kalau Anda gagal jadi selebritas, tapi sudah terlanjur jadi orang iklan, saran saya sebaiknya Anda nikmati saja pekerjaan itu sambil bersyukur dan melakukannya dengan TOTAL. Ketika sudah menetapkan diri di industri iklan, maka mau tidak mau Anda juga harus memutar haluan dan cara pandang Anda juga.

Lupakan dulu cita-cita membeli Macbook. Hentikan dulu memikirkan, “warna rambut gue bulan ini apa ya?”. Stop dulu menghabiskan gaji bulanan Anda membeli buku grafis impor yang tebal-tebal. Berhentilah sementara langganan majalah kreatif, majalah software desain, atau majalah marketing.

Kecuali target audience Anda adalah pembaca majalah yang saya sebutkan tadi, atau mereka yang gemar bergonta-ganti warna rambut atau memang seorang ahli marketing, tinggalkanlah dulu kebiasaan-kebiasaan itu. Setidaknya sementara, sampai Anda sudah benar-benar berani dan yakin untuk total industri ini.

Sebab cita-cita Anda kali ini haruslah menjadi seorang: konsumen.

Karena klien membayar Anda bukan untuk menjadi Basquiat atau Andy Warhol. Bukan untuk menjadi Al Ries dan Hermawan Kertajaya. Anda menerima gaji untuk berpura-pura, membayangkan, menyelami, mencintai lalu berpikir, berprilaku dan bersikap, sebagai seorang konsumen.

Mungkin, sebagai konsumen, Anda jadi senang sama iklan TV yang ujung ke ujung cuma nyanyiin lagu terkenal - dengan sedikit plesetan mengandung merek pada liriknya. Bisa jadi Anda senang sebuah iklan yang talentnya anak kecil yang mirip sama anak Anda. Anda begitu senang iklan-iklan itu, karena tidak tahu bahwa konsepnya basi, lagunya lawas dan si kreator hanya meminjam ketenaran sang lagu. Juga, karena Anda juga tidak pernah tahu ungkapan, “if you can’t sell it, sing it.”

Mungkin, sebagai konsumen, Anda sungguh sangat sebal dengan iklan TV durasi 5 detik yang diulang tiga kali. Saking sebalnya sehingga Anda membicarakannya dengan teman-teman, sambil memeragakan gerakan iklan di TV itu, sambil membuat wajah tolol agar semua orang tertawa. Sebagai konsumen, Anda mungkin malah jadi tertarik mencoba ketika tanpa sengaja melihatnya tergantung di etalase warung. Anda ingat, justru karena Anda sebal.

Eh, lalu uang kembaliannya tanggung, jadi Anda juga mengambil snack merek lain di sebelahnya. Meskipun belum pernah liat iklannya.

Mungkin, sebagai konsumen, Anda langsung membeli air minum dalam kemasan merek ANU begitu Anda bertemu Megan Fox yang langsing di sebuah resepsi pernikahan teman, dan ia sedang menenteng botol ANU! Tapi besoknya Anda bertemu lagi dengan Fox di resepsi yang lain – dan masih menenteng ANU – lalu Anda langsung memutuskan untuk tidak lagi membeli ANU karena Anda anggap si Fox sungguh bukan tamu yang sopan – tidak mau menyicip suguhan minum dari tuan rumah dan malah bawa sendiri.

Mungkin, sebagai konsumen, Anda berpikir membeli celana jeans seharga satu juta adalah sebuah kebodohan. Karena itu berarti Anda harus menjual sebanyak 10.000 sachet vetsin untuk dapat margin sejuta rupiah. Satu juga adalah angka yang besar, meski Anda adalah seorang raja ritel warung penjual sembako. Dan celana jeans itu tadinya mau Anda pakai untuk pembukaan cabang ke-53. Tetap saja mahal, karena Anda terbiasa menghitung margin dari satuan vetsin atau bawang.

Mungkin, sebagai konsumen, Anda amat kesal jika terus diintil SPG toko, merasa dicurigai sebagai pengutil. Tapi Anda juga ngomel-ngomel kalau mau bertanya tak ada satu pun SPG yang menampakkan hidungnya.

Betapa bhineka, majemuk, plural, sulit ditebak, susah diterka, aneh, tidak biasa, terlalu sensitif dan banyak maunya, mahluk bernama konsumen ini. Kompleksitas konsumen ini harus terhadirkan dan tergali di dalam ruang meeting klien yang dihadiri perwakilan divisi produksi, distribusi dan pemasaran. Maka, jika tiba saatnya Anda melakukan presentasi kepada klien, dan hendak membuktikan sebagai agensi iklan terhebat sejagat raya, pertanyaan pertama yang harus muncul di benak Anda adalah:

Betulkah Anda mengenali konsumen Anda?

3 comments:

Anonymous said...

I'm not sure why but this site is loading extremely slow for
me. Is anyone else having this problem or is it a problem
on my end? I'll check back later on and see if the problem still exists.


my website; phen375

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.