Wednesday, October 24, 2012

Digital Marketing, Katanya.

Ngerasa kejebak gak sih sama digital marketing?

Saya sih iya.

Terjebak sama janji dan pernyataan-pernyataan kita sendiri.

Dulu, sewaktu banyak klien belum percaya sama efektivitas internet dan media digital, kita keukeuh bilang bahwa media ini akan jadi kekuatan besar di masa depan. Masa depan yang harusnya dimulai dari sekarang.

Tapi tentu saja klien korporasi tidak mudah percaya terhadap prediksi yang lebih mirip penerawangan mistis ini. Hitung-hitungannya harus jelas. Angka harus dipaparkan di papan tulis. Kalau di media konvensional kita mengenal istilah Cost Per-Million (CPM) -- rasio bujet dengan eksposur. lalu digital marketing punya apa?

DEGH!

Ini dia celahnya! Langsung saja kita menyerocos panjang lebar tentang kemampuan ukur digital marketing. Jika Nielsen yang sudah tua saja hanya mampu mengukur rating dengan people meter di kota-kota besar, kita dengan yakin mengatakan (waktu itu) : DIGITAL MARKETING ADALAH AKTIVITAS PEMASARAN YANG PALING TERUKUR!

Dengan iming-iming kemudahan menghitung ROI, klien pun mulai tergoda. Sedikit-sedikit mulai menyisihkan uang belanja dari istri lama bernama media konvensional, untuk istri baru: digital marketing.

Sekarang, memiliki aset digital adalah keharusan. Kalo departemen markom tidak berinisiatif, pemilik perusahaan yang langsung meminta. Angka-angka yang ditawarkan sosial media memang menggiurkan.

Maka semua brand membangun aset digital. Website, facebook, twitter. Tapi gimana caranya supaya konsumen tahu tentang aset ini? Maka mereka membuat aktivitas. Aktivitas apa yang terbukti dengan cepat membuat orang berbondong-bondong mendatangi aset digital? Kuis berhadiah. Aha, mereka memang datang! Artinya kampanye kita berhasil! Tinggal bikin laporan nih. Ayo bikin hitung-hitungan KPI: hit, visit time, bounce rate, jumlah fans, jumlah follower, jumlah ReTweet.

INILAH JEBAKANNYA.

Sebuah keniscayaan, bahwa: bikin aset digital -> bikin aktivitas -> bikin kuis berhadiah -> syarat untuk menang adalah melakukan LIKE -> karena KPI dari klien adalah jumlah Fans.
Jebakan yang membuat kita semua lebih bodoh dari semula. Dulu kita menertawakan sistem rating, sekarang kita ditertawakan pemenang kuis yang Quiz Hunter: emang gw peduli sama brand lo. Yang penting menang.

Lalu kebodohan ini kita bawa dengan bangga ke meja klien. NIH! Hebat kan kita? Tercapai loh KPInya! Hahahaha, mari makan-makan, agency yang bayarin yaaa....

Lalu kebodohan yang sama, dibawa oleh tim markom-nya klien ke direksi. NIH! Facebook kita disukai dan memiliki fans lebih dari sejuta orang!

Direktur keuangan klien senyam-senyum. Jika dulu untuk mendapat exposure 10 juta orang, kita harus pasang iklan TV di program acara dengan rating 10. Biasanya sinetron di prime time. Biayanya, puluhan milyar. Sekarang, dengan membagi 2 buah Ipad saja bisa 1 juta orang. Maka, tinggal bagikan Ipad 20 buah, maka akan tercapai 10 juta exposure!

KITA semua terjebak di lubang yang sama. Sambil makan-makan dan berpesta.

Kelemahan komunikasi media massa pada zaman dulu adalah kegagapannya menghadapi audiens yang heterogen. Iklan di media adalah komunikasi vertikal. Sebodo amat Anda anak siapa, kalangan mana, atau sebodoh apa, iklan menggunakan pendekatan, cara dan bahasa yang sama. Satu iklan besar yang dibaca semua orang dari banyak golongan.

Komunikasi di sosial media harusnya horisontal. Penentu isu bukan lagi penguasa negara, tapi kita semua. Berita yang mau kita baca tidak lagi ditentukan pemimpin redaksi, tapi kita semua. Anda mau jadi judul berita di halaman depan? Buatlah kegaduhan di internet.

Maka berhentilah berkomunikasi satu arah. Berhentilah berpikir bahwa Anda punya isu dan informasi paling penting bagi masyarakat semua: hey! datanglah ke fanspage kami, kami punya info penting tentang produk terbaru, maka kami akan kasih Anda hadiah.

BERKAH INTERNET 2.0 SESUNGGUHNYA, bukan karena dia mampu berkomunikasi lebih cepat, menihilkan jarak, menyebarkan lebih simultan, dan bukan karena membuat biaya kampanye komunikasi lebih murah. TAPI KARENA INTERNET MAMPU MENCIPTAKAN RUANG DIALOG.

Maka ujung tombak kehebatan sosial media Anda justru terletak pada admin-admin sosial media. Orang-orang yang berdialog dengan konsumen Anda. Orang-orang yang dengan mudah meluluhlantakkan kampanye PR Anda, jika tiba-tiba dia menulis: udah ah capek berbusa mulu, belom dibayar sih!

Saya masih ingat, sewaktu kecil saya pernah bercita-cita kerja di perusahaan es krim. Gara-gara baca artikel di majalah, ada seorang yang dibayar amat mahal, karena dia satu-satunya orang dengan lidah yang dipercaya untuk quality control. Bayangkan enaknya kerja di situ. Dibayar tinggi cuma untuk nyicipin es krim!

Susahnya berkomunikasi di sosial media adalah, korporasi harus berubah jadi entitas manusia di sana, supaya bisa berdialog dengan manusia lain. Akibatnya, brand image dan ekuitas Anda akan sangat tergantung pada personal admin sosial media. Seperti perusahaan es krim raksasa yang menggantungkan karakter dan personifikasi rasa produknya pada si pencicip.

Kenyataannya, benarkah kita memiliki kemewahan untuk mewenangkan semua aset sosial media tiap satu brand kepada hanya satu orang? Sebaliknya juga, mungkinkah setiap satu orang admin memegang hanya satu brand?

Lalu, pernahkah kita benar-benar peduli pada setiap posting mereka? Setiap jawaban yang mereka berikan? Tidak usah jauh-jauh, apakah Anda sudah menceritakan sejarah perusahaan dan memberikan product knowledge penuh pada mereka? Menularkan visi dan semangat pendiri perusahaan? Rela membuka "daleman" dan telanjang bulat di hadapan admin sosial media, agar mereka bisa bijak dan mampu diplomatis menjawab, menghindari dan bahkan menjadi spinning doctor pada isu sensitif?

Berat ya?

Saya permudah deh.

Mulailah dengan berhenti menjadikan jumlah fans dan follower sebagai satu-satunya KPI.

Sekedar ide sederhana nih,
Mulailah dengan menjadikan DURASI DIALOG sebagai pengukuran.

Gampangnya gini, performa admin sosial media dinilai dengan "seberapa lama Anda bisa berdialog dengan konsumen". Jadi tugas mereka bukan sekedar "melempar" yang sudah diterakan dalam editorial plan, tapi juga mempertahankan obrolan. Karena artinya, kemungkinan engagement tercipta lebih besar.

Gimana?

- This article also posted at channel #Obrolan_Social_Media @ Mindtalk.com > http://www.mindtalk.com/Obrolan_Social_Media#!/post/50652efdf7b7307fa000007e

8 comments:

OBAT KATARAK said...
This comment has been removed by a blog administrator.
sourabh gupta said...

My Car Carrier from chandigarh to jaipur cost
My Car Carrier from lucknow to jaipur cost
My Car Carrier from Kolkata to jaipur cost
My Car Carrier from Hyderabad to jaipur cost
My Car Carrier from Bangalore to jaipur cost
My Car Carrier from pune to jaipur
My Car Carrier from Mumbai to jaipur cost
My Car Carrier from Chennai to jaipur cost
My Car Carrier from delhi to jaipur
My Car Carrier from Gurgaon to jaipur cost
My Car Carrier from Noida to jaipur
My Car Carrier from Faridabad to jaipur cost
My Car Carrier from Ahmedabad to jaipur cost
My Car Carrier from navi Mumbai to jaipur cost
My Car Carrier from thane to jaipur cost

sourabh gupta said...

home relocation services from Ahmedabad to jaipur charges
home relocation services from to jaipur charges
home relocation services from rajkot to jaipur charges
home relocation services from Rajkot to jaipur charges
home relocation services from chandigarh to jaipur charges
home relocation services from Amritsar to jaipur charges
home relocation services from panchkula to jaipur charges
home relocation services from allahabad to jaipur charges
home relocation services from Kanpur to jaipur charges
home relocation services from agra to jaipur charges
home relocation services from Bangalore to jaipur charges
home relocation services chandigarh
home relocation services lucknow
home relocation services Vadodara
home relocation services Ahmedabad
home relocation services surat
home relocation services Rajkot

sourabh gupta said...

Packers And Movers panipat
Packers And Movers ambala
Packers And Movers rohtak
Packers And Movers hisar
Packers And Movers karnal
Packers And Movers bhiwani
Packers And Movers sirsa
Packers And Movers jind
Packers And Movers mysore
Packers And Movers nashik
Packers And Movers nagpur
Packers And Movers goa
Packers And Movers shillong
Packers And Movers guwahati
Packers And Movers jaipur
Packers And Movers jodhpur
Packers And Movers dehradun
Packers And Movers shimla
Packers And Movers siliguri
Packers And Movers ranchi
Packers And Movers jamshedpur
Packers And Movers kalyan

sourabh gupta said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Pengobatan Mata Katarak said...

The information is very spectacular. Thank you for sharing the information :)

Pengobatan Anemia Atau Kurang Darah
Cara Herbal Mengobati Radang Amandel
Pengobatan Paling Efektif Jantung Lemah
Penanganan Tepat Penyakit Liver

Obat Gagal Ginjal Kronik said...

It's truly incredible page pleased to visit your page, I found your blog on google

Aron_ Seo said...

A website is a vital component of a business today, where a high quality site attracts more prospects to be converted into successful healthy customers. To have a quality website developed for your business, you must hire the services of the best web design company to have a competitive advantage. The designer must be willing to offer you with a high quality of services to design and develop a website according to the industry standards, so as to meet the objectives of your business. web design article