Wednesday, February 12, 2014

Tentang Viral Campaign


Ini untuk merespon komentar temen-temen di milis kantor, tentang pola, peran dan efektivitas viral campaign.



Beriklan di TV dan media konvensional itu seperti mengatakan "I Love You" sama gebetan lo. Semakin kenceng lo teriak, semakin kedengeran. Semakin konstan dilakukan, semakin menyiratkan lo serius.
Melakukan viral campaign itu seperti:
  1. Lo deketin gebetan lo, trus berbisik: Kamu tahu Cupid?
  2. Dan lo mesti sudah bisa menebak dan siap dengan jawaban apapun. Misal, dia menjawab, "Tau. Kenapa emang?".
  3. Maka lo lanjutkan dengan, "Tau gak, kalo Cupid itu gila?"
  4. Dan dia penasaran, "Hah? Maksudnya? Serius lo? Kok bisa?"
  5. Dan lo menjawab dengan tenang, "Iya. Cupid udah gila. Menebar anak panah dimana-mana...Sial, gw kena."
  6. Gebetan lo akan mikir sejenak,. Gunakan waktu itu untuk pelan-pelan pergi dari situ.
  7. Jangan lupa, lo janjian dulu sama temen-temennya yang ada di situ untuk ngomong, "cieeee...cieeee". Agar pesan terkontruksi. Agar ambience terbangun.


Melakukan digital campaign dengan membayar SEM, Facebook Ads, bikin kuis berhadiah itu seperti kirim SMS berisi “I LOVE YOU” ke gebetan lo. Semakin banyak lo abisin pulsa, semakin sering melakukan itu, semakin gebetan lo merasa kehilangan ketika lo berhenti.
Sementara,
melakukan viral campaign itu seperti lo kirim SMS dengan konten:
Jam 10 malam.
SMS pertama berisi sepotong kalimat: “Malam…”
Ia mungkin membalasa SMS Anda, tapi JANGAN HIRAUKAN.
Jam 12 tengah malam,
Silakan kirim sepotong kalimat lagi, “…menggantung”
Ia akan kembali membalas dengan “apaan sih..”, tapi ingat, ABAIKAN SAJA.
Jam 3 pagi,
“hingga pagi memetik…”
Jam 5,
“tetap saja kamu di kepalaku.”
Selesai.
Jangan terima telpon darinya di pagi nanti.
Ia bisa saja tidak tidur. Penasaran dan berkeringat dingin. Menerka-nerka, Anda yang sedang mendekatinya itu Cassanova atau Hantu pohon asem.
Dan Anda punya kesempatan mendapat tempat di hatinya, lalu jadian, atau sekedar PHP-an.
Tapi TIDAK UNTUK ANDA NIKAHI. Sebab dalam waktu 2 minggu kemudian ia akan tersadar betapa Anda ternyata bukan siapa-siapa. Ia akan meninggalkan Anda yang sibuk membuat puisi-puisi lain di kamar sumpek tanpa cahaya dan hanya menyisakan luberan kerak kopi kering di pinggir cangkir. Ia memilih menikahi lelaki lain yang lebih mapan, dari keluarga baik-baik dan memiliki figur bapak yang baik untuk anak-anak lucu. Dan bisa bangun pagi untuk main sepeda.
Itu sebabnya Viral Campaign hanya berperan untuk membuat sensasi. Meletupkan kembang api di kepalanya. Meningkatkan serotonin di badannya untuk mengesitkan efek ekstasi.
Untuk menikahi konsumen, Anda memerlukan komitmen untuk konsisten menjemputnya tiap pulang sekolah, mengingat hari ulang tahunnya, mengajaknya makan malam, bermain sama keponakan-keponakannya, dan menghadiahi calon mertua Anda jam tangan di perayaan anniversary mereka dari hasil gaji pertama Anda.
Jangan lupakan brosur, billboard, talk show radio, event-event di acara keluarga, POP/POS, menyediakan SPG yang mumpuni, serta layanan konsumen 24 jam. Agar Anda tampak seperti calon suami yang baik.
Nah, semoga Sakinah Mawahdah Warrohmah.